00:00:00 Lu capek jualan promosi sana sini tapi tetap gak ada yang mau beli. Mungkin masalahnya bukan di produknya tapi di penawarannya. Alex Hormosi, orang yang ngebangun bisnis sampai menghasilkan ratusan juta dolar bilang kalau penawaran lu cukup bagus, lu enggak perlu jago jualan. Di video ini, Bang Jamu bakal bongkar strategi bikin penawaran dari buku 100$ million dollar off oleh Alex Hormosi yang bikin orang bilang, "Ambil uang gua sekarang juga." Sebagai pengusaha kita sebenarnya adalah penjudi. Setiap hari kita bertaruh
00:00:26 dengan uang kita sendiri untuk membayar karyawan, stok barang, sewa, dan iklan. Semuanya dengan harapan mendapatkan keuntungan yang besar. Seringkiali kita kalah, tapi saat menang kita bisa menang besar. Bedanya dengan berjudi di kasino, dalam bisnis kita bisa mengubah peluang agar menguntungkan kita. Di kasino, peluang selalu memihak bandar. Tapi di bisnis dengan keterampilan yang tepat, kita bisa menjadi si bandar itu yang akan selalu menang. Alex Hormosi menekankan pentingnya penawaran atau apa
00:00:51 yang Anda tawarkan. Karena penawaran adalah titik awal dari setiap transaksi. Penawaran adalah apa yang benar-benar kita tukarkan dengan uang dari pelanggan. Hormosi mengajarkan cara menciptakan penawaran yang sangat menguntungkan yang bisa mengubah biaya iklan menjadi keuntungan besar. Ia menyebut formula ideal ini sebagai grand slam over atau penawaran grand slam. Kombinasi tepat antara harga, nilai, jaminan, dan strategi penamaan. Istilah grand slam ada dalam olahraga baseball di mana pemain berhasil mencetak pukulan
00:01:18 homeun dengan posisi base diisi pemain sehingga menghasilkan angka poin yang besar. Seperti grand slam, penawaran ini langka terjadi tapi kalau terjadi bisa mengubah segalanya. Dan menariknya membuat penawaran luar biasa ini tidak lebih sulit daripada membuat penawaran biasa. Yang penting adalah keterampilan. Dengan cukup latihan dan kegagalan, lu bisa menguasai kemampuan ini. Hormosi sendiri telah membuat empat atau lima grand slam selama karirnya. Yuk, kita belajar cara membuat penawaran grand slam seperti hormozi. Apa itu
00:01:48 sebenarnya sebuah penawaran? Dalam dunia bisnis, satu-satunya cara agar uang mengalir adalah lewat pertukaran nilai. Uang ditukar dengan sesuatu yang dianggap lebih berharga oleh pelanggan. Nah, yang memulai proses ini adalah penawaran. Penawaran adalah gabungan dari apa yang lu tawarkan, produk atau jasa, bagaimana lu menerima pembayaran, serta syarat dan ketentuan pertukarannya. Inilah hal pertama yang dilihat calon pelanggan dan hal inilah yang menentukan apakah mereka akan beli atau tidak. Tanpa penawaran tidak akan
00:02:14 ada bisnis. Penawaran yang buruk menghasilkan kerugian. Penawaran yang biasa-biasa saja bikin bisnis taknan. Penawaran yang bagus memberi sedikit keuntungan. Tetapi penawaran yang grand slam itu yang mengubah segalanya. Keuntungan besar, bisnis bertumbuh luar biasa, dan kebebasan finansial. Ada dua masalah besar yang dihadapi pengusaha, yaitu pelanggan kurang atau uang kurang. Untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan, biasanya orang menurunkan harga. Tapi ini hanya membuat margin keuntungan semakin kecil, kerja makin
00:02:42 berat, dan akhirnya malah tekor. Kompetisi menjadi perlombaan siapa yang bisa jual paling murah. Hasilnya bisnis malah menghabiskan waktu lebih banyak dengan keuntungan yang lebih kecil daripada kerja kantoran. Ini jelas bukan hidup yang diimpikan saat pertama kali memulai bisnis. Masalahnya bukan El, bukan lu yang salah. Model bisnis yang umum digunakan memang tidak dirancang untuk memaksimalkan keuntungan. Mereka dibuat oleh perusahaan besar yang bisa rugi bertahun-tahun karena di modal investor. Sementara El hanya seorang
00:03:08 pengusaha tanpa investor yang berarti butuh keuntungan yang cepat dan nyata untuk diputar kembali uangnya. Hormosi sudah menjalani semua kesalahan yang mahal dan menyakitkan dalam bisnis. Ia menuliskan buku ini agar lu bisa belajar dari kegagalannya tanpa harus merasakannya sendiri. Dengan belajar strategi penawaran hormosi yang diajarkan, lu bakal langsung lihat dan paknya lebih banyak pelanggan, lebih banyak uang, lebih sedikit stres, dan hal terbaiknya. Mengubah penawaran adalah salah satu hal termudah yang bisa
00:03:33 kamu lakukan dalam bisnis. Ini bukan soal mengubah budaya perusahaan atau bikin perencanaan jangka panjang yang rumit. Ini soal bagaimana cara jualan barang atau jasa kamu dengan harga tinggi dan tetap membuat pelanggan merasa untung besar. Komoditas biasa. Pernah enggak lu jualan produk bagus? Harga udah pas, promosi udah jalan, tapi yang beli dikit. Dan kalau ada yang nanya mereka cuma bilang, "Ini mahal ya, di tempat lain lebih murah." Nah, selamat. Ini artinya lu lagi jualan komoditas, produk lu kelihatan sama
00:04:01 kayak semua orang. Dan kalau udah kayak gini satu-satunya pembeda, tinggal harga. Siapa yang termurah dia menang. Tapi sebenarnya dia kalah juga karena marginnya tipis banget. Cuannya nyaris enggak ada bisnis yang enggak bisa naik harga itu bisnis yang pelan-pelan sekarat. Karena inflasi jalan terus, biaya naik, saingan makin banyak, dan harga pasar tumbuh sekitar 9% per tahun. Kalau lu gak ikut naik, ya artinya lu mundur. Solusinya supaya lu bisa tumbuh cuma tiga. Tambah pelanggan baru, bikin mereka beli lebih banyak, dan bikin
00:04:29 mereka beli lebih sering. Tapi itu semua susah dilakuin kalau produk lu masih kelihatan sama kayak produk lain. Makanya lu enggak boleh jualan produk doang. Lu harus jual penawaran. Dan bukan sembarang penawaran, tapi penawaran grand slam. Penawaran Grand Slamp itu kombinasi dari produk utama, bonus yang relevan, jaminan yang bikin tenang, dan cara bayar yang gampangin. Gabungan ini bikin penawaran lu kelihatan jauh lebih bernilai dibanding harga yang lu pasang. Contohnya di buku ada agensi model yang awalnya nyari
00:04:57 klien kayak biasa, hasilnya biasa juga. Tapi setelah diubah jadi kami cuma dibayar. Kalau lu dapat hasil, boom, pendapatan naik 20 dua kali lipat. Kenapa? Karena penawarannya beda, berani, dan hasilnya jelas. Jangan perang harga. ubah produk lu jadi penawaran yang gak bisa dibandingin sama siapapun. Itu cara paling efektif buat keluar dari jebakan komoditas dan mulai cetak cuan serius. Komoditas itu pembelian yang berdasarkan harga. Grand Slam itu pembelian yang berdasarkan value atau nilai yang
00:05:26 diberikan. Menentukan harga, menemukan pasar yang tepat, mencari kerumunan yang lapar. Seorang profesor pemasaran pernah bertanya ke murid-muridnya, "Kalau lu mau buka usaha hot dog dan cuma boleh milih satu keunggulan dibanding pesaing, lu pilih apa?" Jawaban-jawaban mulai bermunculan. Lokasi strategis, rasa paling enak, harga termurah, dan lain-lain. Tapi si profesor cuma senyum dan bilang kerumunan yang lapar. Maksudnya lu bisa aja jual hot dog yang rasanya biasa aja di tempat yang kurang bagus dan harganya mahal. Tapi kalau
00:05:54 cuma gerobak lu yang ada di tengah kerumunan penonton bola yang kelaperan, lu tetap bakal cuan gede. Itu kekuatan pasar yang lapar. Contoh lainnya, pas awal pandemi Covid-19, tisu toilet jadi barang langka. Enggak ada diskon, enggak ada promosi, malah harganya naik. Tapi tetap aja habis diserbu. Bukan karena produknya hebat, tapi karena pasarnya lapar banget. Teman gua Lloyd punya bisnis software buat koran. Udah hampir 10 tahun dia bantuin mereka jual iklan digital dengan sistem bagi hasil. Tapi
00:06:21 makin lama makin sepi. Udah coba segala cara tetap enggak berhasil. Ternyata masalahnya di pasar koran udah makin enggak relevan. Tiap tahun turun 25%. Padahal produk dan tawarannya bagus, kemampuan jualannya oke, tapi dia main di pasar yang sekarat. Akhirnya dia tutup bisnis itu. Pas pandemi datang, Lloyd Banting setir ke bisnis mesin pembuat masker otomatis dia bisa bikin masker lebih murah dari impor Cina. Dalam 5 bulan omsetnya tembus jutaan dolar per bulan. Padahal sebelumnya dia enggak punya pengalaman di bidang itu.
00:06:49 Pelajarannya jelas, kemampuan lu bisa sama, tapi hasilnya beda banget, tergantung pasarnya. Jadi, gimana cara milih pasar yang benar? Pertama, cari pasar yang lagi ngerasain sakit banget. Maksudnya mereka benar-benar butuh solusi. Sakit ini bisa macam-macam. finansial berantakan, hubungan rusak, badan drop, atau hal simpel kayak antre panjang dan senyum enggak ped. Semakin sakit mereka, semakin mahal lu bisa jual. Ingat, rasa sakit itu senjata jualan paling kuat. Kedua, pastiin pasarnya punya duit. Teman gua pernah
00:07:18 coba bantu orang bikin CV biar gampang dapat kerja. Tapi targetnya pengangguran. Mereka butuh tapi enggak punya duit. Jadi, percuma. Pastikan pasar lu bisa bayar produk atau jasa lu. Ketiga, pasar itu harus gampang dijangkau. Lu bisa punya produk paling keren, tapi kalau susah nemuin pembelinya, ya susah juga jualannya. Cari pasar yang punya komunitas, asosiasi, grup medsos, atau daftar email. Intinya mereka harus mudah ditemuin dan disamperin. Keempat, pilih pasar yang lagi naik. Kalau pasar lu
00:07:46 kayak koran, udah jelas turun. Sebagus apapun tawaran lu bakal tetap berat. Tapi kalau pasarnya lagi naik, itu bakal jadi angin yang bantu dorong usaha lu makin gampang jalan. Tiga kategori pasar yang selalu ada, kesehatan, kekayaan, dan hubungan. Semua itu selalu ada rasa sakitnya kalau enggak terpenuhi. Tugas lu, cari ceruk kecil dalam salah satu dari tiga pasar besar itu yang lagi naik, punya duit, dan gampang ditemuin. Misalnya kalau lu konsultan hubungan lebih cuan kalau targetin orang tua yang
00:08:13 kesepian daripada mahasiswa. Mereka lebih ngerasa sepi, sakit, punya dana pensiun, duit, dan gampang ditemuin. Targeting jelas. Intinya lu harus pilih satu pasar dan komit. Jangan dikit-dikit pindah cuma karena belum langsung hasil. Bisa jadi bukan pasarnya yang salah, tapi tawaran lu yang belum cocok. Kalau lu terus lompat dari satu bidang ke bidang lain, lu bakal terus mulai dari nol. Lu perlu waktu buat nyari tahu cara yang pas. Faktanya, makin spesifik pasar yang lu bidik, makin mahal lu bisa jual.
00:08:40 Bahkan untuk produk yang sama. Contohnya, lu jual kursus manajemen waktu bila target pasar secara umum mungkin laku harga Rp200.000. Tapi kalau lu arahkan ke manajemen waktu untuk sales profesional bisa jadi harga sejuta. Kalau lebih spesifik lagi ke sales B2B atau bisnis ke bisnis bisa naik jadi harga Rp5 juta. Kalau ditargetin ke sales mesin alat kebun B2B bisa lebih mahal lagi bisa lu jual dengan harga Rp10 juta karena hasilnya jelas dan terukur buat mereka. Ini dinamakan Niet. Mengkhususkan pasar yang
00:09:08 lu incar. Isi kursus yang lu jual hampir sama tapi semakin spesifik targetnya. Semakin tinggi nilainya. Tapi tentunya ingat empat syarat di atas. Terutama pastikan target pasar yang Anda incar punya uang. Lu bisa aja nich jadi kursus manajemen waktu untuk mahasiswa yang beasiswa. Tapi apakah lu bisa jual ke mereka dengan harga yang mahal? Tentu tidak. Kalau lu bisa menjual produk yang sama dengan harga 100 kali lebih tinggi hanya karena fokus pada nich tertentu. Kenapa tidak fokus pada siapa targetmu,
00:09:35 apa masalah spesifik mereka, dan berikan solusi dengan cara unik yang berbicara langsung pada mereka. Ingat, pasar yang lapar lebih penting daripada skill jualan atau kekuatan produk. Urutannya, pasar tawaran kemampuan persuasi. Kalau lu main di pasar yang lapar banget, produk biasa dan skill jualan seadanya aja bisa dapat duit. Tapi di pasar normal, lu butuh tawaran yang super. Dan kalau pasaran dan tawaran biasa aja, lu harus jago banget dalam persuasi. Hormozi menyarankan untuk pilih satu pasar, terus gas. Jangan berharap kayak
00:10:03 mendadak, terus pindah lagi karena enggak langsung dapat hasil. Makin lama lu bertahan dan belajar di satu pasar, makin gede kemungkinan lu nemu celah buat sukses. Penawaran lo harus punya harga premium. Kebanyakan orang takut untuk memberi harga mahal ke pelanggan. Lu harus berani pasang harga tinggi. Jangan main aman dengan harga murah kayak kebanyakan orang. Kebanyakan pebisnis tuh asal ngikutin harga pasar. Lihat kompetitor jual berapa, terus pasang harga sedikit. Lebih murah biar kompetitif. Tapi kenyataannya para
00:10:30 kompetitor itu juga kebanyakan bokek. Jadi kalau lu ikut-ikutan ya lu juga bakal bokek. Hormzi dulu jualan program miliknya dengan harga yang sangat tinggi. Sampai-sampai ayahnya Hormosi bertanya-tanya apakah hal seperti ini legal? Karena dia enggak percaya orang-orang pada mau bayar segitu banyaknya. Tapi Hormosi jelasin kalau mereka yang beli program miliknya bisa mendapatkan tambahan penghasilan yang lebih besar daripada sistem yang dia kasih. Baru ayahnya mengerti kenapa orang mau beli program horm dengan harga
00:10:57 premium. Kalau nilai yang lu kasih jauh lebih besar dari harga yang lu minta, orang bakal anggap itu sebagai penawaran yang bagus. Orang bakal beli kalau nilai yang mereka rasain lebih tinggi dari harga yang mereka bayar. Jadi, tugas lu itu ngebikin jarak antara nilai dan harga makin lebar. Caranya naikin nilainya, jangan turunin harga. Misalnya, lu bisa bantu bisnis dapat tambahan omset R miliar, terus lu minta bayaran Rp500 juta, itu malah kelihatan murah banget. Pas lu pasang harga tinggi, klien lu juga jadi lebih serius.
00:11:24 Mereka lebih niat, lebih komit, dan hasilnya juga lebih bagus karena mereka merasa udah naruh banyak di permainan ini. Lu juga dapat margin lebih gede. Jadi bisa rekrut tim yang lebih oke, naikin kualitas produk jasa, dan tumbuhin bisnis tanpa ngorbanin kesehatan mental lu. Plus klien yang bayar mahal biasanya lebih enak diajak kerja sama, lebih ngerti nilai, enggak rewelan, dan jarang drama. Harga murah itu berbahaya. Lu narik klien yang salah, margin tipis, gampang capek, dan ujung-ujungnya jadi biasa-biasa aja.
00:11:51 Enggak bisa kasih value maksimal karena keuangan mepet. Harga mahal tuh sinyal. Orang nganggap sesuatu lebih berharga cuma karena harganya lebih tinggi. Ada eksperimen wine. Wine yang sama dikasih label mahal dan orang bilang rasanya lebih enak. Padahal itu minuman yang sama. Intinya orang suka beli yang mahal asal ngerasa itu worth it. Yang bikin orang mau beli mahal adalah keyakinan lu sendiri. Hormozi bisa jual sistem program dia dengan harga premium karena dia yakin banget sistemnya bekerja. dia
00:12:18 udah buktiin sendiri di lapangan dan dari situ keyakinannya jadi menular ke calon klien. Perhitungan value atau nilai. Lu pernah ngerasa enggak sih tuh kenapa ada orang bisa jualan mahal banget tapi tetap aja laku keras? Sementara lu udah banting harga, kasih diskon, bonus ini itu tapi yang beli cuma segelintir orang. Nah, jawabannya ada di yang namanya value equation alias rumus nilai perhitungan, nilai atua value. Hormozi sudah kasih tahu dari awal kalau tujuan lu sebagai pebisnis tuh bukan buat jadi murah atau adil,
00:12:46 tapi justru lu harus cari cara biar bisa jual semahal mungkin dan orang tetap mau beli. Gua ngomongin harga gila-gilaan di sini yang bisa bikin orang mikir, "Wah, mahal banget." Tapi tetap transfer juga. Tapi biar bisa segitu, lu harus ngerti gimana caranya bikin orang ngerasa bahwa apa yang lu jual itu worth it alias sebanding bahkan lebih dari uang yang mereka keluarin. Gua kasih analogi gampang. Perusahaan besar di dunia kayak provider internet, pabrik obat, sampai media sosial, mereka tuh jual barang
00:13:14 yang biaya produksinya murah banget. Tapi mereka bisa narik duit dari lu sampai jutaan tiap bulan. Kenapa? Karena mereka ngerti gimana caranya naikin persepsi nilai. Jadi, gimana caranya bikin produk atau jasa lu kelihatan super bernilai. Di sinilah value equation main peran. Inti dari value equation ini adalah nilai sama dengan dream outcome kali perceived likelihood of achievement per time delay kali effort and sacrifice. Ada empat hal yang ngaruh ke seberapa bernilai produk jasa lu di mata calon pembeli. Pertama, dream
00:13:45 outcome. Ini hasil impian yang diincer orang. misalnya jadi kurus, jadi kaya, punya pasangan, kelihatan keren, dihormatin, gitu-gitu deh. Lu tinggal posisikan produk jasa lu sebagai kendaraan buat nyampai ke impian itu. Lu bukan bikin mimpi mereka, tapi kasih jalan biar mereka nyampai ke sana. Kedua, perceived likelihood of achievement. Ini seberapa yakin mereka kalau beli dari lu, mereka beneran bakal dapat hasil itu? Kalau mereka yakin banget, mereka berani bayar lebih mahal. Kayak operasi plastik, dokter yang udah
00:14:11 nangani ribuan pasien pasti bisa pasang harga lebih tinggi dibanding dokter yang baru pertama kali pegang pisau bedah. Ketiga, time delay. Orang pengin hasil cepat, lu harus bikin produk atau layanan lu ngasih kemenangan kecil secepat mungkin. Misal program diet. Hasil idealnya mungkin butuh 6 bulan, tapi kasih mereka sukses nurunin 1 sampai 2 kg di minggu pertama. Itu bikin mereka makin semangat dan percaya sama prosesnya. Terakhir, effort and sacrifice. Ini seberapa ribet, sakit, mahal secara waktu, atau energi buat
00:14:38 dapetin hasil tadi. Makin gampang dan enteng, makin tinggi nilainya. Orang malas ribet, Bro. Makanya layanan yang seless kayak Grab, Gojek, Shope, Tokopedia bisa jadi gede banget karena mereka bikin hidup lu jadi effortless atau jadi gampang. Nah, yang keren dari rumus ini semakin kecil bagian bawahnya time delay dan effort. Dan semakin gede bagian atasnya dream plot likelihood. Makin tinggi nilai produk lu. Bahkan kalau lu bisa bikin orang ngerasa enggak ada delay sama sekali dan enggak perlu usaha, nilai produk lu jadi infinity
00:15:07 alias super super bernilai. Contohnya absurd tapi keren. Bayangin lu beli produk pelangsing dan pas klik beli tiba-tiba perut lu langsung jadi sixpack. Gila ggak tuh? Itu udah level dewa dalam hal value. Tapi yang penting diingat juga semua ini soal persepsi bukan kenyataan. Lu boleh kasih hasil bagus tapi kalau mereka enggak ngerasa gampang, cepat dan yakin bakal berhasil, ya tetap aja nilainya rendah. Lu harus bisa komunikasikan value ini dengan jernih lewat copywriting, testimoni, garansi, dan pengalaman pengguna. Dan
00:15:35 yang lucu, kadang solusi terbaik bukan yang logis, tapi yang psikologis. Contohnya di stasiun kereta bawah tanah di London, mereka bukan bikin kereta lebih cepat, tapi pasang peta titik-titik yang kasih tahu kapan kereta akan datang. Hasilnya orang ngerasa lebih puas karena persepsi nunggunya jadi berkurang. Sama kayak pas di lif, daripada bikin lift lebih cepat, pasang kaca gede biar orang bisa ngaca dan bikin mereka lupa waktu. Kunci sukses dalam jualan bukan sekadar produk bagus, tapi gimana lu bikin orang percaya
00:16:02 mereka bakal dapat hasil yang mereka impikan cepat dan tanpa ribet. Kalau lu bisa bikin itu, harga lu bisa segila apapun dan orang tetap bakal beli. Cara berpikir untuk buat value atau nilai. Kita mulai dari cara berpikir dulu. Selama ini el diajarin buat nyari satu jawaban benar dari satu soal itu namanya convergent thinking. Kayak soal matematika. Udah jelas variabelnya, kondisinya tetap tinggal dihitung. Tapi di dunia nyata, apalagi pas bikin bisnis, el dibayar buat mikir divergent. Artinya satu masalah bisa punya banyak
00:16:31 solusi dan solusi itu bisa beda-beda tingkat benarnya. Bahkan ada satu solusi yang paling benar karena paling bagus nilainya buat orang lain. Kita coba latih asah otak divergen. Ini adalah batu bata. Selama beberapa detik, lu coba mikir sebanyak mungkin kegunaan dari sebuah bata. Sudah bukan cuma sebagai bahan bangunan kan, tapi segala macam cara dia kita kasih nilai. Misalnya bisa jadi penahan pintu, potaman, hiasan rumah, pemberat, alat fitness, bahkan alat buatjal pintu. Nah, dari situ el mulai kebiasa mikir out of
00:17:00 the box, nyari nilai dari satu barang sederhana. Kalau lu sudah bisa mikir divergent, mari kita coba bikin penawaran grand slam. Penawaran yang bikin orang merasa bego kalau nolak. Penawaran grand slam, masalah dan solusi. Langkah pertama, el harus mikir apa impian terbesar si calon pembeli. Contoh, pas jualan fitness, Hormozi awalnya jual membership Rp99.000 R000 per bulan, tapi enggak laku. Kenapa? Karena orang enggak pengin membership. Mereka pengin turun berat badan. Jadi dia ubah penawarannya. Turun 20 kg dalam
00:17:28 6 minggu. Juallah konsep liburannya, bukan tiket pesawatnya. Langkah kedua, tulis semua masalah yang mungkin bikin orang enggak bisa dapetin impian itu. Lu gali sedalam-dalamnya. Misalnya, orang mau makan sehat, tapi masalahnya bingung belanjanya mahal, butuh waktu, enggak enak, anak-anak enggak suka, repot kalau lagi traveling, dan seterusnya lalu kemasak makanannya. Sama juga banyak kendalanya, terus ke olahraga dan sebagainya. Pokoknya tulis semuanya dari sudut pandang mereka, bukan elu. Dan
00:17:55 jangan lupa semua masalah itu pasti nyangkut ke empat hal utama di perhitungan value. Apakah ini worth it? Bisa berhasil enggak? Ribet atau enggak? Lama atau enggak nih hasilnya? Setelah semua masalah ditulis, baru kita masuk ke langkah ketiga. Bikin solusi dari tiap masalah tadi. El balik masalah itu jadi solusi produk penawaran lu. Misalnya masalahnya belanja makanan sehat itu ribet dan mahal, el ubah jadi produk cara belanja makanan sehat yang gampang dan bahkan lebih murah dari belanja biasa. Atau masalah enggak bisa
00:18:23 olahraga pas liburan. Jadi, produk penawaran cara tetap olahraga tanpa alat apapun saat traveling. Dan begitu terus sampai semua masalah dapat jawaban. Jangan pelit nyari masalah. Karena makin banyak masalah, lu bisa pecahin. Makin gila nilai yang bisa lu kasih. Dan kadang satu masalah kecil yang enggak lu pecahin bisa bikin orang batal beli. Dan semua solusi ini adalah bahan baku buat bikin value over yang enggak bisa ditolak. Penawaran grand slam, trim and stack. Setelah el nentuin mimpi besar
00:18:49 klien, nyatat masalah mereka, terus nyari solusi buat masalah-masalah itu, sekarang waktunya mikirin gimana caranya solusi itu dikasih ke mereka. Ini bagian yang lumayan makan otak, tapi juga yang paling penting karena ini yang bakal nentuin apakah penawaran el tuh gokil banget sampai orang mikir, "Hah, cuma segini bayarannya tapi dapat semua ini." Di tahap ini el harus kreatif banget. Eh, lu pikirin semua cara bahkan yang kelihatannya enggak masuk akal. Misalnya kalau masalahnya orang bingung beli
00:19:15 makanan sehat, El bisa aja mikir, "Gimana kalau gua yang belanjain mereka sekalian atau ajak mereka bareng ke supermarket atau buatin list belanja mingguan. Pokoknya keluarin semua ide dulu. Setelah semua ide udah keluar, sekarang waktunya disaring. Ini bagian trim dan stack. El lihat semua solusi yang El tulis tadi, terus pikirin mana yang biayanya tinggi tapi nilainya kecil, buang. Mana yang murah tapi nilainya juga kecil, buang juga. Yang mau el simpan adalah yang nilainya tinggi tapi biayanya rendah. Ini emas.
00:19:43 Atau yang memang nilainya tinggi walaupun biayanya juga tinggi, tapi masih bisa dikelola atau dijual mahal. Triknya di sini, El jangan kejebak pengen ngasih semua yang canggih tapi berat di El sendiri. Misalnya El mau bantu klien nurunin berat badan, El bisa aja tinggal bareng mereka, masakin tiap hari, nemenin olahraga dan seterusnya. Tapi el juga bisa mikir gimana caranya gua kasih hasil yang sama tapi tanpa harus repot kayak gitu. Mungkin gua buatin video panduan, meal plan, template belanja, atau bahkan sistem
00:20:11 otomatis yang ngeluarin saran makan sesuai data mereka. Jadi kerjaan gede dikerjain sekali, tapi hasilnya bisa dipakai berulang. Kuncinya, El cari titik tengah antara gampang dijual sama gampang dijalanin. Di awal boleh banget overdeliver, kasih lebih banyak dari yang dijanjikan biar klien puas dan elu punya cash flow. Tapi lama-lama Elu harus nyari cara supaya bisa tetap ngasih hasil luar biasa tapi sistemnya lebih enteng dijalanin. Bisa lewat teknologi, sistem otomatis, atau bikin tools yang canggih tapi scalable.
00:20:39 Terakhir, setelah semua disaring, El tinggal kumpulin hitam-hitam paling mantap itu jadi satu paket penawaran yang bikin orang mikir, "Gila ini kok bisa semurah ini sih?" Nah, itu dia yang disebut grand slam over. Penawaran yang benar-benar enggak bisa ditolak. Itulah ringkasan dari buku 100 juta over oleh Alex Hormozi. Buku ini adalah serian dari tiga buku tentang bisnis yang akan dia keluarkan. Seperti biasa, Bang Jamu selalu menyarankan untuk membeli bukunya dan membacanya sendiri. Ada banyak
00:21:05 banget ilustrasi gambar-gambar yang hanya ada di buku. Banyak juga chapter yang belum dibahas di video ini seperti gimana cara untuk ningkatin penawaran lu. Lu bisa beli bukunya di bawah ini. Ini jamu otak. Like dan subscribe untuk kalian yang suka ilmu pengembangan diri. Yeah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar